Home / Daerah / Nasional

Jumat, 27 September 2024 - 15:53 WIB

LSM Janur “Harusnya Memberikan Contoh Demokrasi Yang Baik Bukan Sebaliknya”

Harianposting.com– Kabupaten Tasikmalaya – insiden Walkout dari Dua pasang calon bupati dan pendukungnya meninggalkan satu calon bupati dan pendukungnya saat mendapat giliran penyampaian visi misi.

Kejadian yang terjadi dalam rangkaian deklarasi damai pemilu usai pleno terbuka pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya, Senin 23 September lalu.

Kejadian itu, menuai kritik dari berbagai kalangan, termasuk Ketua Umum LSM Janur Uus Firman SE angkat bicara terkait etika yang dipertontonkan oleh paslon 1 dan 2.

Dirinya melihat langsung kejadian Paslon nomor urut 1 dan 2 meninggalkan ruangan, dan hal ini menandakan belum dewasanya demokrasi di Kabupaten Tasikmalaya.

Selain itu, Kang Uus sapaan akrabnya menilai Etika dan adab calon pemimpin Kabupaten Tasikmalaya dipertontonkan di hadapan masyarakat, apalagi kejadian ini viral di media sosial.

Baca Juga  Polres Tubaba Hadiri Pelepasan Pendistribusian Bantuan pangan Cadangan beras Pemerintah Tahun 2024

“Jangankan untuk memimpin pemerintahan dan melayani masyarakat Kabupaten Tasikmalaya, di Gedung Islamic Center Singaparna saja paslon 1 dan 2 tidak menunjukkan respek. Ini adalah contoh buruk bagi demokrasi,”kata Kang Uus kepada harianposting.com, kamis malam (26/09/2024).

LSM Janur menilai, apa pun alasan yang melatarbelakangi tindakan tersebut, sikap paslon 1 dan 2 tidak patut dipertontonkan di depan publik, terlebih di hadapan penyelenggara KPU.

“Dalam kontestasi Pilkada, semua pasangan calon seharusnya menunjukkan kepada publik bahwa Pilkada adalah ajang yang menyenangkan dan edukatif. Jangan menunjukkan perpecahan. Para calon dan pendukungnya seharusnya memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat,” tambah Kang Uus.

Baca Juga  Dra. Bayana Buka Sosialisasi Penyaluran dan Ketentuan Perpajakan Dana Desa

Kang Uus juga menyoroti ketidakpatutan paslon 1 dan 2 yang tidak menghargai KPU dan paslon nomor urut 3 yang tengah bersiap menyampaikan pidato politiknya. Menurutnya, tindakan tersebut akan sulit dimaafkan jika paslon 1 atau 2 nantinya terpilih menjadi pemimpin di Kabupaten Tasikmalaya.

“Jika paslon 1 atau 2 memimpin Kabupaten Tasikmalaya, saya pesimis akan kemajuan daerah ini. Mengapa ? Karena sikap yang mereka tunjukkan di Gedung Islamic Center saja sudah seperti itu,” bebernya

Sementara, kita bisa melihat bagaimana prestasi Ade Sugianto selama menjabat sebagai Bupati. Desa-desa di Tasikmalaya mengalami kemajuan di berbagai sektor pembangunan, meskipun APBD Kabupaten Tasikmalaya relatif kecil. (Dede P)

Share :

Baca Juga

Kabupaten purwakarta

Desa Kiarapedes Raih Prestasi Juara II Desa Anti Korupsi Se -Jawa Barat 2024

Daerah

Gerak Cepat! Polsek Menggala dan Tekab 308 Polres Tuba Berhasil Ungkap Kasus Penganiayaan

Daerah

Ungkap Kasus Curat, Satreskrim Polres Tubaba Amankan Tiga Orang Pelaku

Daerah

Ada Sosok Danramil 426-02/Menggala Didampingi Babinsa, Hadiri Acara Maulid Nabi Muhammad SAW

Daerah

Polsek Dente Teladas menangkap Dua Pelaku Curanmor  Beraksi di 9 TKP dan Sita Senpi Ilegal

Daerah

Bupati way kanan hadiri Rakornas Tahun 2026 di SICC kabupaten bogor

Daerah

Wakil Bupati Tubaba Hadiri Pembukaan Open Turnamen Kapolres Cup 2025

Daerah

Tahanan Polres Tulang Bawang Barat difasilitasi nyoblos pada Pilkada serentak 2024