Harianposting.com | Kabupaten Tasikmalaya-kasus pencabulan di pesantren yang marak di setiap kota atau kabupaten sedang merajalela kali ini kasus pencabulan terjadi di salah satu pesantren yang ada di kecamatan Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya.
Saat di temui Korsu Keagamaan Aliansi BEM Tasikmalaya Khairul Fadli mengatakan Atas nama Aliansi BEM Tasikmalaya kami dengan tegas mengecam tindakan pencabulan yang terjadi di salah satu pesantren di daerah Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya. Kejadian ini merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia dan prinsip-prinsip moral yang harusnya dijunjung tinggi di lingkungan pesantren.ucap Khairul kamis (07/11/24)
Sebagai Kota dan Kabupaten Tasikmalaya yang dikenal dengan identitasnya sebagai *Kota Santri*, yang memiliki tradisi pendidikan Islam yang kuat, kejadian seperti ini sangat mencoreng citra kita sebagai daerah yang seharusnya menjadi contoh dalam mendidik generasi penerus bangsa dengan nilai-nilai agama dan akhlak yang mulia.
Tindakan kekerasan seksual tersebut tidak hanya berdampak langsung pada korban, yang harus menanggung trauma fisik dan psikologis, tetapi juga mengguncang rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pesantren. Kejadian ini dapat merusak reputasi pesantren sebagai lembaga pendidikan agama yang selama ini dipercaya untuk membentuk karakter dan moral santri. Ungkapnya
Lebih jauh lagi, dampaknya sangat luas, baik bagi Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya. Sebagai pusat pendidikan agama, kejadian ini dapat mengurangi kepercayaan masyarakat dari luar daerah, bahkan internasional, terhadap kualitas pendidikan dan keamanan yang ada di Tasikmalaya.ujarnya
Khairul menambahkan Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku. Selain itu kami juga mengajak pemerintah daerah dan pengelola pesantren untuk segera memperkuat sistem pengawasan dan perlindungan terhadap santri, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Keamanan dan kesejahteraan santri harus menjadi prioritas utama, agar Kota dan Kabupaten Tasikmalaya tetap terjaga sebagai *Kota Santri* yang aman, bermartabat, dan berwibawa. Pungkas Khairul Fadli
Korsu Keagamaan Aliansi BEM Tasikmalaya
(Dede P)










