Home / Bandar Lampung / Daerah / Lampung / Pemerintah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 01:05 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Langkah Nyata Jaga Stabilitas Harga Pangan

Bandarlampung, โ€“ Staf Ahli Gubernur bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekubang), Bani Ispriyanto, mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah secara daring, di Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (20/4/2026).

Sekjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, memberikan arahan tegas kepada seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah mengenai pentingnya keseriusan dalam mengendalikan inflasi.

โ€‹Tomsi menekankan agar pemerintah daerah tidak menganggap remeh fluktuasi harga bahan pangan. Menurutnya, terdapat 227 juta penduduk Indonesia yang masuk dalam kategori rentan terhadap kenaikan harga pangan, sehingga setiap kenaikan, sekecil apa pun, akan sangat berdampak pada kesejahteraan mereka.

โ€‹โ€Saya ingin menjelaskan lagi ya bahwa masyarakat kita yang sangat miskin, miskin, rentan miskin, dan miskin menuju sedang, itu jumlahnya 227 juta orang. Yang sangat terpengaruh dengan harga bahan makanan, kenaikan sedikit-sedikit ini,โ€ tegas Tomsi dalam arahannya.

Baca Juga  Festival Literasi Lampung 2026 Dorong Perpustakaan Jadi Ruang Edukasi dan Rekreasi Keluarga

โ€‹Tomsi Tobir menginstruksikan kepada pemerintah daerah untuk lebih proaktif dan tidak sekadar memantau harga secara administratif. Ia meminta para pejabat terkait untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan stabilitas harga di pasar.

โ€‹Dalam rapat tersebut, Sekjen Kemendagri juga menyoroti perlunya empati dari para pejabat. Ia mengingatkan bahwa kondisi pangan di rumah pribadi pejabat tidak bisa dijadikan indikator kestabilan ekonomi nasional.

โ€‹โ€Jangan karena di rumah kita nasi oke, makanan oke, terus kita tidak merasakan itu. (Harus) berpikir keras, berusaha keras, evaluasi keras, itu yang saya harapkan. Saya minta penekanan ini bisa disadari dengan sepenuh hati,โ€ tutup Tomsi.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa inflasi pada periode pasca lebaran cenderung lebih rendah dibandingkan inflasi saat periode lebaran.

Meskipun tren menunjukkan penurunan, Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menegaskan perlunya kewaspadaan terhadap komoditas volatile food, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang secara historis kerap menyumbang inflasi pasca lebaran.

Baca Juga  Aroma Persaingan Tokoh Alumni HMI, Menuju Kursi Presidium Ketua MD KAHMI Tulang Bawang Periode 2026-2031

โ€‹โ€Kalau kita cermati 4 tahun kondisi pasca lebaran ini, hampir seluruhnya berada di bawah inflasi yang kondisi lebaran, cenderung lebih rendah,โ€ ujar Ateng Hartono.

โ€‹Ia memaparkan bahwa komoditas seperti bawang merah, cabai merah, telur ayam ras, dan bawang putih menjadi penyumbang inflasi utama selama periode ini. Di sisi lain, daging ayam ras justru sering menjadi komoditas penyumbang deflasi.

โ€‹Terkait Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga minggu ketiga April 2026, Ateng mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi. Tercatat sebanyak 15 provinsi mengalami kenaikan IPH dan 23 provinsi mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. (*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Polisi Sigap Evakuasi Korban Laka Lantas di Jalintim KM 130, Kapolres Tuba: โ€œKeselamatan Nyawa Masyarakat Adalah Prioritas Utama

Daerah

Kepalou tiyuh Setia Bumi Bagikan BTL DD Kepada Empat KPM

Daerah

SMSI Lampung Bidik Taman Purbakala dan Taman Nasional Way Kambas untuk Event Ekspedisi Budaya SMSI dalam Rangkaian HPN 2027

Daerah

Kapten Inf Muhammad Yusuf Danramil 426-04 BA, Hadiri Final Sepak Bola di Kabupaten Tulang Bawang

Daerah

Bupati way kanan dan Bunda PAUD resmi melepas anak-anak PAUD sebagai peserta Karnaval Budaya

Daerah

Kapolres Tubaba hadiri Louncing Pelipatan dan Sortir Surat Suara Pilkada 2024

Daerah

Bacakan Amanat KASAD, Kodim 0426/Tulang Bawang, Gelar Upacara 17-an Bulan Februari 2025

Daerah

Perana Putera Buka Forum Perangkat Daerah RKPD Tubaba Tahun 2026