Home / Daerah / Lampung / Tulang Bawang

Senin, 18 Agustus 2025 - 19:43 WIB

Ratusan honorer R4 Pemkab Tulangbawang geruduk Kantor Bupati

Tulang Bawang–Ratusan tenaga non-Aparatur Sipil Negara (non-ASN) dari tenaga medis dan guru itu membentangkan spanduk bertuliskan “Menuntut Kejelasan Seluruh R4 Kabupaten Tulangbawang Bawang. Nasib diujung tanduk. Jerit payah tidak dihargai hanya dianggap angin lalu”.minggu(17/08/2025)

Mereka meminta agar dapat diterima dan bertemu langsung dengan Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan untuk menyampaikan aspirasinya.

“Kami meminta kepada Bupati Tulangbawang, Qudrotul Ikhwan, agar dapat mengajukan seluruh honorer R4 sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu,” terang Koordinator aksi Hendrik Frans Ariansyah.
Kedatangan ratusan honorer di halaman kantor bupati usai upacara Peringatan HUT RI Ke-80 diarahkan oleh beberapa pejabat eselon II dan eselon III ke kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Tulangbawang.
Perwakilan honorer R4 itu menyampaikan aspirasinya di kantor BKPP yang disambut oleh Kepala BKPP Andi Supriadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ami Balaw, dan Kepala Dinas Kesehatan Fatoni.
Sayangnya, belum ditemukan solusi atas audensi antara honorer R4 dengan beberapa pejabat Pemkab Tulangbawang itu.
Ratusan honorer R4 itu masih menunggu bupati Tulangbawang atau Sekretaris Kabupaten untuk bertemu langsung untuk menyampaikan aspirasinya.
Kepala Dinas Kesehatan, Fatoni, mengatakan, aspirasi para honorer R4 sudah disampaikan kepada Bupati Tulangbawang. “Kami belum bisa memberikan keterangan. Nanti akan disampaikan langsung oleh pak Sekda usai upacara penurunan bendera,” kata Fatoni.
Koordinator aksi, Hendrik Frans Ariansyah, mengatakan, pihaknya masih menunggu keterangan dan keputusan langsung dari Bupati Tulangbawang atau Sekretaris Daerah.
“Di Kabupaten lain misalnya Kabupaten Lampung Utara dan Lampung Tengah, seluruh R4 sudah diajukan menjadi PPPK paruh waktu. Kenapa kita di Tulangbawang tidak bisa,” jelasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, ratusan honorer R4 itu masih menunggu kepastian dari Bupati Tulangbawang mengenai nasib mereka. Mereka masih menunggu di kantor Pemkab Tulangbawang untuk menemui bupati atau Sekda usai upacara penurunan bendera HUT RI Ke-80.
Bahkan, sejumlah tenaga honorer R4 sempat mengejar mobil dinas Bupati BE 1 T, yang meninggalkan kantor bupati sembari berteriak “Pak Bupati temui kami, jangan pas mau mencalonkan diri kemarin bapak menemui kami. Kami mau menyampaikan aspirasi kami,”.
Honorer R4 adalah kategori tenaga non-Aparatur Sipil Negara (non-ASN) yang tidak terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN). Mereka adalah tenaga honorer yang mungkin sudah bekerja di instansi pemerintah, namun belum memiliki data resmi di BKN. Meskipun demikian, mereka memiliki peluang untuk diangkat menjadi PPPK paruh waktu, terutama jika diusulkan oleh instansi tempat mereka bekerja.
Berdasarkan surat MenPAN-RB tertanggal 8 Agustus 2025 yang menegaskan honorer R4 tidak diusulkan menjadi PPPK paruh waktu, maka konsekuensinya para honorer yang telah lama mengabdi di sekolah, kantor pelayanan publik, hingga fasilitas kesehatan, berpotensi kehilangan status tanpa kejelasan masa depan.(Tim)

Baca Juga  Tekab 308 Polres Tulang Bawang Tangkap Pelaku Curas Tak Berkutik Saat Dibekuk

Share :

Baca Juga

Bandar Lampung

Lampung Siap Jadi Tuan Rumah HUT REI ke-54, Dorong Ekonomi Daerah dan Promosi Pariwisata

Daerah

Satresnarkoba Polres Tulang Bawang Tangkap Dua Pemuda Pengedar Sabu

Daerah

Polres Tulang Bawang Barat Launching Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan

Daerah

Buronan Kasus Curat Rumah di Bogatama Ditangkap Polisi

Daerah

Sukseskan Program Ketahanan Pangan Babinsa Bantu Petani Panen Jagung

Daerah

Peduli Warga Terdampak Abu Vulkanik, Purnama Wulan Sari Bagikan 10.000 Masker

Lampung

Dandim 0426/TB Dampingi Wakil Bupati Tuba, Dalam Safari Ramadhan Di Pondok Pesantren Ruodhatul Hidayah

Bandar Lampung

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana dan wakil Deddy Amrullah resmi di lantik