Home / Bandar Lampung / Daerah / Lampung / Nasional / Pemerintah

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:50 WIB

Hujan Deras Picu Sungai Meluap, Momentum Evaluasi Sistem Pengendalian Banjir Bandar Lampung

Bandar Lampung HP— Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung selama hampir satu setengah jam pada memicu meluapnya sejumlah sungai di wilayah perbatasan kota. Dampaknya, banjir muncul di beberapa titik dan kembali menegaskan rapuhnya sistem pengendalian air perkotaan saat menghadapi intensitas hujan tinggi. Jumat (6/3/2026)

Pantauan di lapangan menunjukkan sungai-sungai besar di wilayah perbatasan menjadi pemicu utama meluapnya air. Ketika debit meningkat secara cepat, aliran sungai melimpas dan masuk ke jaringan drainase kota melalui gorong-gorong.

Sistem drainase yang tidak mampu menampung lonjakan air itu pun akhirnya meluap, menyebabkan genangan di kawasan permukiman.

Situasi ini menegaskan bahwa persoalan banjir di Bandar Lampung bukan semata persoalan drainase kota, tetapi juga terkait langsung dengan pengelolaan sungai skala wilayah.

Baca Juga  Rapat Pembahasan Kegiatan Pemantauan dan Pengendalian Penyelenggaraan SPAM Kabupaten Tulang Bawang TA. 2024

Karena itu, penanganan serius dari Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung menjadi sangat penting, terutama dalam pengendalian debit air, normalisasi sungai, serta penguatan sistem pengendalian banjir di kawasan perbatasan.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung bergerak cepat merespons kondisi di lapangan. Tim BPBD langsung turun ke sejumlah titik terdampak untuk melakukan penanganan darurat dan memastikan aliran air kembali lancar.
Salah satu wilayah yang terdampak berada di Kecamatan Kedamaian.

Di kawasan ini, petugas BPBD bersama unsur terkait melakukan pembersihan dan perbaikan sejumlah gorong-gorong yang tersumbat agar aliran air dapat kembali mengalir dengan cepat dan mengurangi genangan di permukiman warga.

Baca Juga  Bupati Tubaba Terima Audiensi Kontingen Muhammadiyah Peserta Olympic AD VIII Tingkat Nasional

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa kota yang terus berkembang harus diimbangi dengan tata kelola lingkungan yang lebih disiplin dan terencana.

Intensitas hujan yang semakin ekstrem menuntut kesiapan infrastruktur air yang lebih kuat, koordinasi lintas lembaga yang solid, serta kesadaran masyarakat untuk menjaga saluran air dari sampah dan sedimentasi.

Bandar Lampung tidak sekadar membutuhkan respons cepat saat banjir terjadi. Kota ini memerlukan langkah strategis, terukur, dan berkelanjutan agar setiap hujan deras tidak lagi berubah menjadi ancaman bagi warganya. (Red)

Share :

Baca Juga

Kabupaten purwakarta

Lapas Narkotika Jakarta Gerak Cepat Gelar Rapat Kerja Tahun Anggaran 2025

Daerah

Pemkab way kanan ikuti Entry Meeting Pemeriksaan Laporan Keuangan LKPD Tahun Anggaran 2025 oleh BPK RI

Daerah

Pemkab Tuba Bersepeda Dalam Rangka Menyongsong Hari Sumpah Pemuda 2024

Daerah

Hari Pertama Operasi Patuh Krakatau 2025, Polres Tulang Bawang Tilang 30 Pelanggar

Bandar Lampung

Apel Besar Pengamanan Lebaran di Polresta Bandar Lampung, Eva Dwiana Tekankan Sinergi TNI–Polri dan Pemda

Bandar Lampung

Safari Ramadan Bawa Kabar Baik, Jalan Pangeran Tirtayasa Segera Diperbaiki

Daerah

Pemkab way kanan dukung penuh pembangunan infrastruktur jalan sebagai upaya perkuat konektivitas dorong ekonomi masyarakat

Daerah

Desa Tenjonegara Kecamatan Cigalontang Abaikan Aturan Perbup