Tulang bawang barat- Pemerintah Tiyuh Balam Jaya, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan yang terbuka, partisipatif, dan berpihak kepada masyarakat. Melalui program Dana Desa Tahun Anggaran 2026, membangun jalan usaha tani guna mendukung akses produksi pertanian masyarakat mulai kegiatan senin 01-06-2026.
Kepalo Tiyuh Dwi Silawati,Jalan usaha tani, ini dibangun untuk membuka akses transportasi, di suku 02, volume 750 meter, dengan nilai anggaran sebesar Rp. 37.405.000, dan suku 05, volume 750 meter, sebesar Rp. 42.745.000, yang selama ini menjadi hambatan utama para petani dalam mengangkut hasil panen mereka. Dengan akses yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan.
Pembangunan ini dilaksanakan secara terbuka, secara aktif melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Bahkan, melalui kerja sama publikasi dengan media helolampung.com, pemerintah tiyuh, membuka akses informasi kepada publik.” Tegasnya.
Dwi Silawati,Pembangunan tidak boleh dilakukan secara diam-diam. Semua harus tahu, semua harus ikut mengawasi. Ini uang rakyat, maka rakyat berhak tahu penggunaannya,” ujar Kepalo Tiyuh Balam Jaya, saat ditemui di lokasi pembangunan, Kamis 04- 06- 2026.
Pemerintah tiyuh balam jaya, juga memastikan bahwa setiap tahapan pembangunan tercatat dan terdokumentasi, mulai dari anggaran, jenis pekerjaan, hingga progres harian. Informasi ini dapat diakses langsung oleh masyarakat melalui papan informasi tiyuh balam jaya, maupun publikasi media.” Ucapnya.
Langkah ini merupakan implementasi nyata dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,
kami ingin menepis stigma negatif. Justru kami mengajak masyarakat dan media untuk terlibat, agar tidak ada kecurigaan, tidak ada permainan,” ujarnya.
Pembangunan jalan usaha tani ini tak hanya soal infrastruktur, melainkan juga memanfaatkan Dana Desa tepat sasaran dan membangkitkan semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Puluhan warga turun langsung bekerja di lapangan, merasa memiliki dan bertanggung jawab atas pembangunan tiyuhnya.
Kami merasa dihargai karena diajak terlibat langsung. Jalan ini memang kebutuhan kami bersama,” ujar salah satu petani yang ikut bekerja.
Pemerintah menargetkan pembangunan jalan usaha tani ini selesai dalam waktu dekat dan dapat langsung dimanfaatkan oleh warga, khususnya para petani yang selama ini kesulitan akses saat musim panen.
Melalui kolaborasi antara pemerintah tiyuh, masyarakat, dan media, kini menapaki arah baru pembangunan yang transparan, inklusif, dan bertanggung jawab. Kepalo tiyuh balam jaya, juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata pada hasil fisik, tetapi pada proses yang jujur dan terbuka.
Kami ingin tiyuh balam jaya, menjadi contoh bahwa keterbukaan bukan kelemahan, justru itu kekuatan. Tiyuh yang jujur adalah Tiyuh yang maju,” tegasnya.(Frmn)










