Harianposting (Tulangbawang Barat) – Tiyuh Toto Katon Kecamatan Batu Putih Kabupaten Tulang Bawang Barat memprotes penggalian proyek Drainase Dana desa sebesar Rp132.550.000. sepanjang 230 meter di Suku tiga yang menggunakan alat berat (eskavator), alih-alih memberdayakan rakyat melalui skema Padat Karya Tunai Desa (PKTD).
Warga protes keras, menuding PJ Kepala Tiyuh yang baru hitungan hari menjabat telah mengkhianati prinsip penggunaan Dana Desa. Kehadiran eskavator dinilai menghilangkan ratusan kesempatan kerja bagi warga miskin. salah seorang warga setempat menyebut alat berat itu bekerja selama 2 jam dengan harga perjam 600 ribu.
“ini kemarin pakai alat berat karena kata orang dari desanya kita harus di Uber waktu jadi kalau mau digali waktunya nggak ke uber ini sejam Rp600.000 Jadi kemarin itu makai alat berat 2 jam Rp1.200.000 seharusnya ini kan bisa tuh kalau pakai masyarakat.” Kata Parmono
Dirinya menuturkan bahwa tim pelaksana mengatakan biaya untuk penggunaan alat berat memotong dari upah masyarakat untuk melakukan penggalian hal itu dilakukan karena waktu pekerjaan yang sudah mepet.
“ini Memang harusnya masyarakat yang gali tapi karena waktunya mepet Jadi pakai alat berat dan upahnya motong dari situ saya juga nggak tahu berapa upahnya tapi alatnya yaitu Rp1.200.000 habisnya.” Ucap Parmono.
Warga memprotes agar pekerjaan serupa tidak lagi terulang yang menggunakan alat berat belum lagi pemerintah Tiyuh totokaton sebelumnya sempat dipanggil oleh aph karena penggunaan alat berat pembukaan jalan usaha tani Tahun 2022-2023 dan sekarang terulang lagi.
” itu kan kedalamannya 60 cm Jadi kalau dikerjain masyarakat Ya kurang lebih seminggu lah tapi kan uangnya buat masyarakat buat menambah pemasukan kami kalau pakai alat berat Ya gimana Masa perencanaannya make alat berat.” ucap warga.(Tim)










