Home / Bandar Lampung / Daerah / Kesehatan / Lampung / Nasional / Pemerintah

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:21 WIB

Capaian 115 Persen, Bandar Lampung Tegaskan Keseriusan Lawan Epidemi HIV

Bandar Lampung HP – Kinerja kesehatan publik Kota Bandar Lampung menunjukkan capaian progresif. Sepanjang 2025, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung berhasil melampaui target skrining HIV yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Dari target 30.108 orang, realisasi mencapai 35.698 orang atau sekitar 115 persen, sebuah indikator kuat bahwa pendekatan pencegahan mulai bergerak ke arah yang lebih sistematis dan inklusif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, menegaskan bahwa skrining difokuskan pada kelompok Sasaran Pelayanan Minimal (SPM), termasuk ibu hamil, penderita tuberkulosis, pasien infeksi menular seksual, pekerja seks, lelaki seks dengan lelaki (LSL), waria, pengguna narkoba, serta warga binaan pemasyarakatan.

“Kelompok ini wajib diperiksa sesuai standar pelayanan minimal. Skrining paling banyak dilakukan pada ibu hamil sebagai upaya mencegah penularan HIV dari ibu ke anak,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Baca Juga  Cemarkan nama baik ketua FPII dan Pemred lensa, oknum dinas pemadam kebakaran Purwakarta sebarkan informasi hoax!!

Dari puluhan ribu pemeriksaan tersebut, ditemukan 333 kasus positif HIV. Angka ini tidak sekadar statistik, melainkan pengingat bahwa epidemi HIV masih nyata dan membutuhkan respons berkelanjutan.

Dinkes memastikan setiap pasien yang terdiagnosis langsung mendapatkan terapi antiretroviral (ARV). Terapi ini tidak menyembuhkan, tetapi menekan replikasi virus sehingga kualitas hidup pasien tetap terjaga sekaligus menurunkan risiko penularan.

“ARV melemahkan virus, menjaga kualitas hidup pasien, dan menekan potensi penularan,” jelas Muhtadi.

Saat ini, layanan pengobatan HIV tersedia di 31 puskesmas di Bandar Lampung. Pemerintah kota juga memperkuat kolaborasi dengan komunitas dan organisasi yang fokus pada penanganan HIV/AIDS, mencakup edukasi, penyuluhan, hingga pendampingan kelompok berisiko tinggi, termasuk pekerja di tempat hiburan malam.

Baca Juga  Polsek Menggala Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Motor Bermodal Nekad, Dua Pelaku Ditangkap Dan Barang Bukti Diamankan

Pendekatan kolaboratif ini dinilai krusial untuk memutus stigma yang selama ini menjadi penghalang utama masyarakat dalam mengakses layanan tes dan pengobatan.

Muhtadi menegaskan bahwa penanggulangan HIV/AIDS bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat.

Edukasi yang berkelanjutan dan lingkungan yang bebas stigma menjadi kunci agar warga berani melakukan pemeriksaan sejak dini.

Capaian skrining yang melampaui target bukanlah garis akhir, melainkan pijakan awal menuju kota yang lebih sadar kesehatan, inklusif, dan berkeadilan.

Upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan yang berkesinambungan menjadi fondasi penting untuk memastikan bahwa setiap warga memiliki hak yang sama atas hidup sehat dan bermartabat. (Red)

Share :

Baca Juga

Bandar Lampung

Langkah Tegas Pemkot: Penetapan Rumah Daswati Jadi Momentum Kebangkitan Sejarah Daerah

Daerah

Herman HN Lantik Ketua dan Pengurus DPD Nasdem Tuba Periode 2025-2029

Daerah

Syarat Naik Pangkat, Anggota Polres Tulang Bawang Barat Barat Ikut Ujian Bela Diri Polri

Daerah

Qudrotul Ikhwan: SNT Tulang Bawang Wujudkan Pemerataan Pendidikan Bermutu untuk Anak Berprestasi

Daerah

Muskab 1 Tulang Bawang, SMSI Lampung Berikan 7 Piagam Penghargaan Mitra Terbaik

Daerah

Pemkab Tuba adakan Bimtek Sosialisasi Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, Sukses Digelar

Kabupaten majalengka

Peringati Hakordia Kajari Majalengka Kunjungi Sekolah Dasar

Lampung

Kejari Tubaba Menetapkan Tersangka Baru Dalam Kasus Korupsi Dinas P2KB